Menuju Nasional, Tulusrejo Berbagi Strategi Hadapi Bencana

MALANG KOTA – Ratusan warga Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, berlarian kalangkabut menyelamatkan diri kemarin (26/7). Mereka bingung meminta pertolongan akibat gempa yang mengguncang Tulusrejo.

Meski beberapa korban berjatuhan tertimpa bangunan, tidak sedikit yang berhasil menyelamatkan diri dari bencana. Itu karena mereka sudah mempunyai kesiapsiagaan terhadap bencana.

Itulah gambaran simulasi bencana yang digelar Kelurahan Tulusrejo. Kegiatan itu merupakan dari praktik lapangan yang disuguhkan kepada Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2019 kemarin (26/7).

Di Indonesia ini hanya ada lima kelurahan dan lima desa yang dikunjungi tim juri. Sebelumnya, masing-masing desa maupun kelurahan sudah bersaing dari tingkat bawah. Menjadi juara satu lomba kelurahan tingkat kabupaten/kota, kemudian maju ke provinsi. Dan menjadi wakil provinsi untuk bersaing di tingkat nasional.

Demikian juga Tulusrejo. Sebelum didapuk menjadi wakil Kota Malang, Tulusrejo sudah bersaing dengan kelurahan lain di ajang Otonomi Award Camat-Lurah 2019. Setelah mendapat juara I, Tulusrejo mewakili Kota Malang di tingkat Jawa Timur.

Menyabet juara I lomba kelurahan tingkat Jawa Timur, Tulusrejo mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional. Ketika bersaing dengan kelurahan/desa dari provinsi lain, Tulusrejo masuk 5 besar kelurahan.

Simulasi yang disuguhkan di hadapan tim juri ini menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan, apakah Tulusrejo layak menjadi kelurahan terbaik nasional atau tidak.

Lurah Tulusrejo Nina Sudiarty menyatakan, dari simulasi yang digelar, tim juri akan memutuskan apakah kondisi Tulusrejo sesuai yang dilaporkan dalam dokumen atau tidak. ”Salah satu yang menjadi penilaian oleh mereka (tim juri) adalah kelurahan tangguh bencana. Makanya kami praktikkan,” ucap Nina usai simulasi.

Terkait adanya simulasi bencana tersebut, Nina menyampaikan bahwa pihaknya ingin menunjukkan jika kelurahannya merupakan kelurahan yang tangguh bencana. ”Kami tunjukkan bagaimana kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Jadi, bukan hanya data,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *